Sekarang Lebih Ngeband
|
————————-
Club Eighties
Summer ‘83
Malta Musik Indonesia
————————-
ABSEN tiga tahun dan salah satu motornya, Sukma Perdana, terjerat narkoba tak membuat Club Eighties berhenti berkarya. Setidaknya, itu dibuktikan lewat album terbaru mereka, “Summer ‘83″. Album yang bisa dibilang memperlihatkan proses pendewasaan mereka.
Di album ini, seperti pengakuan Deddy Mahendra Desta (drum), Sukma Perdana Manaf (keyboard/synthesizer), Lembu Wiworo Jati (vokal), Vincent Ryan Rompies (bas), dan Cliffton Jesse Rompies (gitar), mereka ingin lebih jujur dalam bermusik. “Kemampuan kami memang seperti ini. Kenapa nggak dikeluarin aja apa adanya,” ungkap Vincent.
Berawal dari pemikiran itu, mereka pun mulai membebaskan diri untuk bermain tanpa beban. “Cuti” Iton –panggilan akrab Sukma Perdana– selama enam bulan menjadi penyebab lain. Di dua album sebelumnya, Iton adalah programmer sekaligus music director Club Eighties. “Biasanya aku menciptakan lagu, ketukan drum, hingga pemilihan nada,” Iton mengaku. Barulah ketika proses itu kelar, giliran Vincent, Desta, Lembu, dan Cliffton. Proses seperti ini dulu diharamkan untuk terendus media.
Kini, selain tak malu mengakui kekurangan masa lalunya, penggarapan album ketiga ini pun berubah total. Semua personel terlibat dalam porsi hampir sama. Cliffton membuat lagu, Desta mengisi lirik. Atau, Lembu memulainya dari lirik, sementara personel lain menyumbang lagu.
Dalam prosesnya, Club Eighties pun tidak lagi memulai dari programming. “Sekarang kami mulai dengan memainkan alat,” kata Vincent. Absennya Iton mau tidak mau membuat personel yang lain mempelajari keyboard dan synthesizer. “Saya jadi sering mengutak-atik synthesizer dan nambahin ke lagu,” ujar Cliffton, yang paling hirau dalam urusan ini ketimbang yang lain. Walhasil, album ketiga ini boleh dibilang lebih ngeband ketimbang dua album terdahulu.
Iton bukannya tidak berperan sama sekali. Sebelum absen, ia masih sempat meninggalkan beberapa materi untuk “Summer ‘83″. Namun, karena Iton tak bisa hadir sebagai pengarah musik, Club Eighties menggandeng Anton Wahyudi (gitaris band Fable), sekaligus sebagai produser album ini.
Hasilnya terlihat dalam perubahan pola dan nuansa musik yang berbeda-beda dalam “Summer ‘83″. Simak saja pembuka lagu di awal, Si Om. Lagu yang berdurasi pendek ini bernuansa rancak mengingatkan pada suasana pesta kelab malam tahun 1980-an. Nuansa lain, yang lebih lembut dan mendayu, dihadirkan pada Dari Hati, lagu yang menjadi andalan album ini. Pada Dialah Dia, Mabuk Kepayang, dan Bidadari Kecil, pendengar serasa disuguhi keceriaan ala Hip-Hip Hura-nya Chrisye. Di lagu terakhir, Bintang Sekolah, nuansa disko 1980-an terasa membalut kental.
Selain selusin lagu tadi, Club Eighties juga menciptakan satu single yang hanya bisa didengar di radio, atau ketika band ini manggung. Single berjudul Tapi Aku Suka Pacarmu, yang cukup laris manis, ini sengaja tak diikutkan dalam album untuk tujuan kampanye anti-pembajakan.
Namun sayang, musik yang cukup bermain tidak diimbangi dengan permainan lirik. Syair cinta lebih bersifat platonis dan cenderung sederhana. Atau mencoba tema kasih sayang yang lebih universal, seperti dalam Terima Kasih. Mungkin di album keempat, mereka akan lebih memperhatikan aspek satu ini.
nikhen said:
meski di artikel ini dibilang liriknya tergolong sederhana, tapi itu dia yang bikin enak didenger dan terkesan apa adanya. Pokoke club eighties dah yang paling mantep deh….He…
3 days after the fact.RIKA said:
lagu2nya jujur bgt dan pasti ngena ke semua orang..apalagi dari hati…siapa sich yang belom pernah ngerasain perasaan kaya gitu??
8 days after the fact.ichanya desta said:
emang si, liriknya sderhana banget n lagunya juga gitu2 aja, tapi itu artinya clubeighties apa adanya, kalo emang itu kemampuan mereka, mo gimana lagi, yang penting mereka kan tetep berusaha!!
11 days after the fact.raulvia said:
album summer 83 bener2 ngobatin rasa kangen gw ama cowo2 keren abisss ini, pokoknya top bgt, especially 4 dari hati…..ni lagu…gua banget gituh.meski dgn lirik yg sederhana…..it’s still great n cool.good luck my love…esp vinct n lembu
65 days after the fact.lina sayang desta banget said:
klo gue bilang club80s itu gak kayak yang org2 pikirin, liriknya bagus2… gue suka banget sama clubeighties, dari album pertama-ketiga, apalagi lagunya dari hati, gila dalem bgt…
299 days after the fact.