Daur Ulang Apik
|
|
———————
Michael Buble
It’s Time
Warner Music
———————
Michael Buble mungkin sudah merasa inilah waktunya menunjukkan dirinya sebagai salah satu diantara jajaran penyanyi swing jazz. Lewat rilis terbarunya Its’ Time, Buble kembali menyapa penggemarnya. Penyanyi yang dianggap memiliki modal tampang sekelas Dean Martin dan alur vokal seperti Old Blue Eyes ini menghadirkan 13 lagu di album barunya.
Tapi benarkah ini waktu bagi Buble? Tak disangkal Buble memang menunjukkan kemampuan untuk membuat beberapa lagu kenangan seolah-olah miliknya sendiri. Simak beberapa lagu seperti Felling Good, A Foggy Day , Cant Buy Me Love, Song for You, I’ve Got You Under My Skin. dan tentu saja Home, yang ditulis Buble sendiri
Seperti Felling Good lagu milik Nina Simone penyanyi Jazz wanita kulit hitam Amerika. Nina telah memberi sentuhan magis pada lagu ini, seperti tidak tergantikan dan seharusnya pensiun ketika pemiliknya tiada. . Namun Michael Buble membuatnya lain. Dia hadir mengambil alih dengan intrepetasi lebih kontemporer dan kemampuan merasa yang lebih unik.
Begitu pula pada A Foggy Day (in London town). Dimana Vokal Buble meniupkan suasana dan hidup baru pada lagu bahkan lirik dari gubahan master jazz klasik George dan Ira Greshwin. Disini Buble menujukkan kepiawaiannya menyanyi swing jazz dalam nada-nada rendah dengan intonasi yang tak sederhana
Kemudian dalam lagu Cant Buy Me Love kembali Buble layak diacungi jempol. Lagu rock and roll milik The Beatles telah dirombak total. Can’t Buy Me Love Lahir kembali sepenuhnya dalam nuansa swing dengan instrumen yang menggoda.
Salah satu highlight pula di dalam abum ini adalah I’ve Got You Under My Skin yang menjadi ikon Cole Porter dan Favorit Old Blues Eyes. Secara lirik, lagu ini memang tidak menunjuk pada sebuah generasi.Tema yang dimiliki lagu tersebut memiliki tampilan universal. Dan seperti Porter yang menampilkanya dengan luar biasa, itu pun mampu dicapai oleh Buble
Namun tak urung beberapa kritikus musik masih menganggap Buble adalah penyanyi daur ulang belaka. Sebab menyanyi ala Frank Sinatra dan menjatuhkan pilihan pada tipe crooner (penyanyi hiburan) seperti pada era 50-60 an, Michael Buble bakal mengundang perbandingan yang muskil dimenangkannya. Orang akan mengatakan Bobby Darin dan Frank Sinatra telah melakukan lebih baik
Memang Buble telah terbiasa di-swing sejak bayi oleh sang kakek.. Mengenalkan Buble kecil pada Ella Firtzgerald , The Mills Brothers, Frank Sinatra, dan beberapa penyanyi lainnya lain. Namun tetap ada kenyataan lain, pertama Buble menyanyi dengan amat bagus, kedua dia menghantarkan hiburan yang hidup beserta repertoar yang menarik dan berbeda dari yang sudah ada. Seorang crooner dengan sentuhan yang tak lazim, muda sesuai jamanya dan lebih energik
Sentuhan kekinian tersebut dapat dijumpai pada Quando-Quando. Lagu ini tak hanya bisa dinikmati oleh orang-orang yang mengikutinya pada versi Pat Bone di tahun 1960-an. Tapi generasi muda pun dapat dibangkitkan minatnya dengan duet lembutnya bersama Nelly Furtado .
Bagaimana dengan Home ? Satu-satunya lagu yang ditulis oleh Buble sendiri inilah yang menunjukkan kemampuan sesungguhnya. Lagu bernuanasa mellow ini adalah sebuah balada penuh emosional tentang bagimana jauh dari orang dan tempat yang dicintai. Lirik cinta yang dihadirkan ringan namun bukan lirik yang cengeng.
Buble menyanyi apik. Vokalnya mengalir bersih, penuh gairah. Emosional dan mudah ditelinga. Soul dalam lagu tersebut diperoleh dan ia tak hanya sekedar peniru. Home memperlihatkan jika Buble memiliki swing dalam dirinya.
Beruntunglah Buble bekerja sama dengan pianis kawakan David Foster dan Sound Engginer sekalibar Humberto Gatica. Aransemen cerdas David Foster dan mixing ala Humberto membuat lagu-lagu Buble tak hanya sekedar berbalut Swing tetapi memiliki unsur pop dan tampil lebih memesona. Hadirnya pemain terompet Chris Botti khusus untuk lagu Song For You juga membuat lagu ini layak pun menjadi hits
Buble sendiri mengakui bekerja sama dengan master-master tersebut telah membawanya pada materi yang sangat luas. Memang kolaborasi tersebut terasa sangat berhati-hati dan konsisten dalam koridor gaya Buble, namun tak berarti tanpa inovasi didalamnya
Dalam album tersebut lagu bertempo lambat dan pelan disusun dengan cermat. Ini Membuat pendengar tidak merasa berat apalagi bosan dalam menikmati keseluruhan album.
Bisa jadi album ini lebih dari sekedar penghormatan terhadap era lagu-lagu lawas yang melegenda. Sebab Buble telah memasukkan ke dalam musik-musik tersebut sesuatu yang segar, orisinil, dan intrepetasi yang unik.“Michael telah belajar, ia hidup didalam lagu-lagu tersebut. Membawa Nuansa keras dan lembut sekaligus didalamnya yang belum pernah saya dengar.” Ungkap Davids Foster yang ikut terlibat dalam penggarapan album ini
Chemistry sesungguhnya diperoleh pada Home bisa membuktikan siapa Buble. Seandainya Buble mampu menghadirkan seluruh lagu sebagai miliknya sendiri jelas akan beda hasilnya. Namun album ini layak untuk dikoleksi baik oleh para penggemar Jazz lama dan pendatang baru. Menyitir lirik dari Home,
And I feel just like I’m living someone else’s life
It’s like I just stepped outside
Mmmm, I’ve got to go home
Semacam sebuah harapan, lirik dalam lagu ini bisa saja berarti bahwa di masa depan hal yang lebih baik akan muncul dari seorang Buble. Saat ini menunjukkan bahwa dia memang seorang jenius dalam mendaur ulang karya-karya besar dan favorit, namun kedepan bisa jadi dia akan berdiri pada lagu yang ditulisnya sendiri. Ketika saat itu tiba, barulah bisa dikatakan “It’s Time” for Michael Buble
About